Skip to main content

Kecelakaan Uje, lokasinya kini menjadi tontonan warga

Lokasi Kecelakaan Uje
Lokasi Kecelakaan Uje

Kecelakaan Uje sudah terjadi seminggu yang lalu. Uje panggilan akrab Ustaz Jefri Al Bukhori, namun pemberitaannya masih santer kita lihat di media baik cetak maupun elektronik. Tidak hanya itu, lokasi kecelakaan Uje pun masih ramai dikunjungi oleh masyarakat yang hanya sekedar ingin tahu ataupun ingin mendoakan sang Ustaz.

Lokasi kecelakaan uje menjadi tontonan Warga


Maka tidak heran, lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan Uje di daerah Pondok Indah tersebut terpantau padat karena banyaknya orang yang berhenti untuk melihat secara langsung kondisi tempat kecelakaan yang menewaskan Uje pada malam itu. Pohon Palem yang disebut-sebut sebagai tempat Uje mengalami kecelakaan, sekarang menjadi perhatian umum. Terlihat dari banyaknya orang yang berkumpul untuk menabur bunga di lokasi kecelakaan Uje sembari mendoakan sang Ustaz yang kerap dijuluki sebagai Ustaz Gaul tersebut.

Karangan Bunga di Lokasi Kecelakaan Uje
Karangan Bunga di Lokasi Kecelakaan Uje


Yang menarik lagi dari lokasi kecelakaan Uje selain menjadi tempat menabur bunga yaitu di pohon palem tersebut tertera tulisan “Mohon doanya untuk Ustaz Jeffri Al Bukhori. Mari kita membaca surat Al Fatihah.” yang dituliskan diatas kertas kardus. Tidak diketahui dengan jelas siapa yang menuliskan pesan tersebut di lokasi kecelakaan Uje, namun semua ini pasti didasari oleh niat baik dan rasa kehilangan yang mendalam.
Kejadian kecelakaan yang menewaskan Uje selain meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi keluarganya juga dirasakan oleh masyarakat. Dari beberapa orang yang mendatangi lokasi kecelakaan terlihat mendoakan dengan khusuk dan berlinang air mata. Mereka masih tampak tidak percaya, bahwa Ustaz yang mereka kagumi sudah tiada. Pemandangan lain yang dapat ditemui di lokasi kecelakaan tersebut adalah banyaknya orang yang mengambil gambar juga mengambil tanah dari bekas kecelakaan.

Fenomena seperti ini memang bukan hal baru di masyarakat kita ketika meninggalnya seseorang yang dihormati, disegani, dan menjadi panutan masyarakat apalagi tokoh agama seperti Ustaz Jeffri Al Bukhori. Hal ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Semoga masyarakat yang berbondong-bondong mengunjungi lokasi kecelakaan Uje memang benar-benar berangkat dari niat yang tulus untuk mendoakan sang Ustadz



Sumber Foto : Google Images

Comments

Popular posts from this blog

Pojok Budaya Menjaga Tradisi

Di zaman modern yang serba canggih seperti sekarang ini, mainan anak tradisional sangat jarang bisa ditemui karena banyak mainan modern yang kian digemari anak-anak. Kondisi seperti itu, sebenarnya tidak perlu terjadi karena dolanan atau mainan anak tradisional masih dapat dilestarikan asalkan masyarakat mau melestarikan dan memelihara mainan tradusional yang termasuk seni budaya asli Indonesia.
   Di Dusun Pandes, Panggungharjo Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal masyarakat luas sebagai kampung dolanan anak tradisional. Beberapa warganya menggantungkan hidupnya dari membuat mainan anak tradisional, mainan yang seakan sudah hilang ditelan modernisasi. Dusun Pandes memang terkenal sebagai kampung dolanan sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Warga Dusun Pandes membuka kampung mereka bagi wisatawan yang ingin mengetahui bagaimana permainan tradisional Jawa.
   Dahulu, setidaknya ada sekitar 50 perajin mainan anak tradisional. seperti ki…

Josip Broz Tito, Biografi dan Hubungannya Dengan Indonesia

Josip Broz Tito merupakan pemimpin Yugoslavia selama medio 1970-80an di masa perang dingin. Selama 35 tahun kepemimpinannya, Tito memimpin Yugoslavia menghadapi perang dingin yang diwarnai dengan hubungannya yang dinamis dengan Uni Soviet. Ia meninggal di Belgrade setelah 35 tahun memimpin Yugoslavia.



Sebelum memimpin Yugoslavia, pria keturunan petani ini memimpin rekan-rekan pemberontaknya dalam melawan pendudukan Nazi. Pada tahun 1944, ia meminta bantuan dari Stalin, pemimpin Uni Soviet saat itu, dalam merebut kembali Belgrade. Setelah berhasil merebut Belgrade, Tito dikukuhkan sebagai pemimpin Yugoslavia. Namun, tidak seperti negara Eropa Timur yang lain, Yugoslavia memilih pasif dalam masa perang dingin dengan tidak memihak, baik kepada Blok Timur (Uni Soviet) ataupun Blok Barat (AS dan Sekutu).

Kedekatan Josip Broz Tito dengan Bung Karno
Tito sendiri memiliki hubungan yang khusus dengan Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Keduanya, bersama dengan tiga pemimpin negar…

Kemeriahan Pasar Malam Sekaten Jogja

Banyak orang yang menantikan bulan Desember, khususnya Masyarakat Jogja dan sekitarnya. Tahu tidak kenapa ? mereka menanti “Sekaten”. Apa itu Sekaten. Apa hubungan Sekaten sama Jogja? Sekaten memang salah satu hal yang era hubungannya dengan Jogja. Sekaten identik dengan pasar malam, tempat  hiburan untuk rakyat. Sekaten adalah salah satu tradisi khas yang dilaksanakan oleh keraton Yogyakarta.

Nama sekaten sendiri berasal dari kata “syahadatain” yang berarti dua kalimat syahadat. Konon Sekaten berawal saat zaman Kerajaan Demak, saat raja pertamanya yaitu Raden Patah menyiarkan agama Islam. Saat itu masyarakat Jawa mayoritas masih menganut agama Hindu dan sebagian lagi beragama Budha. hingga sekarang dijadikan acara rutin untuk hiburan masyarakat Jogja. Sekaten tahun ini digelar selama 40 hari.

Pasar Malam Sekaten adalah sebuah acara tahunan yang diadakan di Alun-alun utara dan diadakan selama satu bulan penuh. Menurut salah satu pengunjung Pasar Malam Sekaten, Karunia Arofah menyatak…